Abstract
A router is a crucial device in a home or small office network, connecting devices to the internet and managing data flow. Using factory default settings often poses security risks and degrades network performance. This article explains how to configure a router in a simple way, from initial setup and basic network and Wi-Fi settings to optimizing security and performance. Basic configuration includes changing the administrator password, setting a network name (SSID) and Wi-Fi password, and managing device access. For security and performance, users can use secure encryption, create guest networks, select appropriate Wi-Fi channels, and utilize router features like firewalls and QoS. With proper settings, your network will be more secure, stable, and smooth without requiring complex technical knowledge.
Keywords: Router, Router Configuration, Wi-Fi Network, Network Security.


Abstrak
Router adalah perangkat penting di jaringan rumah atau kantor kecil yang menghubungkan perangkat ke internet sekaligus mengatur aliran data. Menggunakan pengaturan bawaan pabrik sering menimbulkan risiko keamanan dan menurunkan performa jaringan. Artikel ini menjelaskan cara konfigurasi router secara sederhana, mulai dari persiapan awal, pengaturan dasar jaringan dan Wi-Fi, hingga optimalisasi keamanan dan kinerja. Konfigurasi dasar meliputi mengganti kata sandi administrator, menetapkan nama jaringan (SSID) dan kata sandi Wi-Fi, serta mengatur akses perangkat. Untuk keamanan dan kinerja, pengguna dapat menggunakan enkripsi yang aman, membuat jaringan tamu, memilih saluran Wi-Fi yang tepat, serta memanfaatkan fitur router seperti firewall dan QoS. Dengan pengaturan yang tepat, jaringan menjadi lebih aman, stabil, dan lancar tanpa perlu pengetahuan teknis yang rumit.
Kata kunci: Router, Konfigurasi Router, Jaringan Wi-Fi, Keamanan Jaringan


PENDAHULUAN
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong penggunaan jaringan komputer menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, lingkungan pendidikan, maupun dunia profesional. Hampir seluruh aktivitas digital saat ini bergantung pada koneksi jaringan yang andal untuk mendukung komunikasi, akses informasi, serta pertukaran data secara cepat dan efisien. Dalam membangun dan mengelola jaringan tersebut, router merupakan salah satu perangkat yang memiliki peranan sangat penting. Router berfungsi sebagai penghubung antara jaringan lokal (LAN) dengan jaringan internet, sehingga perangkat-perangkat seperti komputer, laptop, dan ponsel dapat saling terhubung dan mengakses layanan online. Selain itu, router juga bertugas mengatur lalu lintas data agar setiap informasi dapat dikirim dan diterima dengan tepat, sehingga koneksi jaringan tetap stabil, aman, dan optimal (Aulia et al., 2023).
Dalam praktiknya, banyak pengguna jaringan rumah masih mengandalkan pengaturan bawaan (default) pada router sebagai mekanisme utama pengamanan jaringan. Kebiasaan ini terbentuk sejak lama, terutama karena arsitektur jaringan berbasis Network Address Translation (NAT) secara tidak langsung memberikan perlindungan melalui pemblokiran lalu lintas masuk secara default. Tanpa disadari oleh pengguna, NAT telah berperan sebagai batas keamanan perimeter yang menyembunyikan topologi jaringan internal dan mencegah akses langsung dari luar, sehingga menciptakan persepsi bahwa jaringan rumah sudah cukup aman meskipun tanpa konfigurasi tambahan. Namun, seiring dengan transisi menuju IPv6, paradigma keamanan yang selama ini bergantung pada NAT mulai mengalami pergeseran. Keterbatasan alamat yang dahulu melandasi penggunaan NAT tidak lagi menjadi faktor utama, sehingga perangkat dalam jaringan berpotensi memiliki alamat yang dapat dijangkau secara langsung dari internet(Wibowo, 2024). Kondisi ini menimbulkan ambiguitas dalam model keamanan router, karena tidak semua gateway secara otomatis menerapkan kebijakan penyaringan lalu lintas yang ketat seperti pada lingkungan IPv4 berbasis NAT. Fenomena ini diperparah oleh rendahnya keterlibatan pengguna dalam melakukan konfigurasi manual. Sebagian besar pengguna cenderung mempertahankan pengaturan default karena dianggap praktis, mudah, dan telah berfungsi dengan baik sebelumnya. Akibatnya, ketika model keamanan bawaan pada router khususnya pada implementasi IPv6 tidak lagi memberikan perlindungan implisit seperti NAT, jaringan rumah berisiko mengalami paparan keamanan tanpa disadari oleh pengguna (Pratama, 2024).
Pada dasarnya, melakukan konfigurasi router tidak selalu membutuhkan keahlian teknis yang mendalam atau pemahaman jaringan yang rumit. Dengan bekal pengetahuan dasar serta panduan yang jelas, pengguna awam pun dapat mengatur router secara mandiri tanpa kesulitan berarti. Pengaturan sederhana seperti menentukan nama jaringan (SSID), membuat kata sandi yang aman, hingga mengatur perangkat mana saja yang boleh terhubung sudah dapat dilakukan dengan mudah. Meskipun terlihat sederhana, langkah-langkah tersebut memiliki dampak yang besar terhadap keamanan dan performa jaringan. Penggunaan kata sandi yang kuat dapat mencegah akses tidak sah, sementara pengelolaan perangkat yang terhubung membantu menjaga kestabilan koneksi agar tidak terbebani.
Berdasarkan fakta dan fenomena yang ada, artikel ini disusun untuk memberikan pengenalan mengenai router serta menjelaskan cara konfigurasi router secara sederhana. Pembahasan difokuskan pada konsep dasar dan praktik umum yang mudah dipahami oleh pemula, sehingga diharapkan dapat membantu pengguna dalam mengelola jaringan secara lebih optimal tanpa harus memahami perhitungan teknis jaringan secara mendalam.

TINJAUAN TEORITIS
Jaringan Komputer
Jaringan komputer dapat dipahami sebagai sebuah sistem yang memanfaatkan teknologi komunikasi data untuk menghubungkan dua atau lebih perangkat komputer sehingga mampu saling bertukar informasi. Dalam penerapannya, jaringan komputer tidak hanya menekankan pada proses pengiriman data dalam bentuk bit semata, tetapi juga memastikan bahwa setiap data yang dikirim memiliki makna yang jelas dan dapat diterima secara utuh serta akurat oleh perangkat tujuan. Maka, aspek keandalan, ketepatan, dan efisiensi menjadi perhatian utama dalam proses transmisi data antar komputer (Putra et al., 2024).
Komunikasi data dalam jaringan komputer berfokus pada bagaimana data dapat dikirim dari satu perangkat ke perangkat lainnya melalui media transmisi tertentu dengan tetap menjaga kecepatan akses, ketepatan informasi, dan keamanan data yang dikirimkan. Romansyah & Sumaedi, (2025) menyatakan bahwa jaringan komputer memberikan banyak manfaat penting dalam mendukung aktivitas pengguna, baik secara individu maupun organisasi.
Melalui jaringan komputer, pengguna dapat mengakses file milik sendiri maupun file milik pengguna lain yang telah diberikan hak akses, baik untuk keperluan mengunggah maupun mengunduh data, tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu. Selain itu, jaringan komputer memungkinkan proses pertukaran data berlangsung dengan lebih cepat dan efisien dibandingkan cara konvensional. Jaringan juga mendukung pemakaian bersama perangkat keras, seperti printer atau media penyimpanan, sehingga dapat digunakan oleh beberapa komputer klien secara bersamaan (Putri, 2021).
Jaringan komputer juga membuka peluang komunikasi antar pengguna di berbagai wilayah bahkan negara melalui berbagai media, seperti teks, gambar, suara, dan video secara langsung (real time). Dari sisi ekonomi, penggunaan jaringan komputer mampu menekan biaya operasional, misalnya dengan mengurangi penggunaan kertas, biaya pengiriman dokumen fisik, biaya komunikasi jarak jauh, serta pengadaan perangkat keras tambahan. Dengan berbagai keuntungan tersebut, jaringan komputer menjadi unsur yang sangat penting dalam menunjang aktivitas organisasi, instansi, maupun individu di era teknologi informasi saat ini (Aulia et al., 2023).
Berdasarkan luas cakupan wilayah geografisnya, Sopandi (Buana & Hariyandi, 2024) mengklasifikasikan jaringan komputer ke dalam beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.
Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN) merupakan jaringan komputer yang bersifat lokal dan umumnya dimiliki secara pribadi, seperti pada lingkungan kantor, sekolah, atau perusahaan berskala kecil hingga menengah. Jaringan ini memiliki jangkauan yang relatif terbatas, biasanya hanya mencakup area tertentu dengan jarak hingga beberapa kilometer. LAN umumnya menggunakan media transmisi kabel dan dikenal memiliki kecepatan transfer data yang cukup tinggi, tingkat keterlambatan (delay) yang rendah, serta tingkat kesalahan yang kecil. Seiring dengan perkembangan teknologi, LAN modern kini mampu beroperasi dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi hingga ratusan megabit per detik.
Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN) merupakan jaringan komputer yang cakupannya lebih luas dibandingkan LAN, namun masih terbatas pada wilayah perkotaan atau area metropolitan. MAN dapat menghubungkan beberapa jaringan LAN yang berada di lokasi berbeda dalam satu kota, misalnya antar kantor cabang suatu perusahaan. Jaringan ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun publik, serta mendukung pengiriman data, suara, dan bahkan terintegrasi dengan layanan televisi kabel.
Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN) adalah jaringan komputer yang memiliki jangkauan geografis sangat luas, mencakup wilayah antar kota, provinsi, negara, hingga antar benua. WAN merupakan gabungan dari berbagai jaringan LAN, MAN, serta perangkat jaringan lainnya yang saling terhubung. Jaringan ini digunakan untuk mendukung berbagai aplikasi dan layanan yang dapat diakses oleh pengguna dalam skala besar dan jarak jauh.
Internet
Internet merupakan jaringan global yang terbentuk dari penggabungan berbagai jenis jaringan komputer, baik LAN maupun WAN, yang saling terhubung di seluruh dunia. Internet memungkinkan pertukaran informasi secara luas tanpa batas geografis dan telah menjadi sarana utama dalam komunikasi, akses informasi, serta distribusi data dalam skala global.
Jaringan Wireless (Tanpa Kabel)
Jaringan wireless adalah jaringan komputer yang tidak menggunakan kabel sebagai media transmisi data. Jenis jaringan ini menawarkan fleksibilitas dan mobilitas yang tinggi bagi penggunanya. Melalui jaringan wireless, pengguna dapat mengirim dan menerima data, melakukan komunikasi seperti telepon dan email, serta mengakses sistem jarak jauh dari berbagai lokasi, baik di darat, laut, maupun udara. Keunggulan inilah yang menjadikan jaringan wireless semakin banyak digunakan dalam berbagai kebutuhan modern.

Router
Router adalah salah satu perangkat jaringan yang berperan penting dalam proses pengiriman data antar jaringan. Secara umum, router berfungsi untuk meneruskan paket data berbasis Internet Protocol (IP) dari satu jaringan ke jaringan lain dengan memanfaatkan sistem pengalamatan serta protokol tertentu. Dalam menjalankan tugasnya, router akan menganalisis alamat tujuan paket data dan menentukan jalur paling tepat agar data tersebut dapat sampai ke tujuan dengan cepat dan efisien (Marcus et al., 2020).
Selain itu, router mampu menghubungkan dua atau lebih jaringan yang berbeda, meskipun masing-masing jaringan tersebut memiliki jalur atau struktur yang tidak sama. Pada jaringan internet, kumpulan router yang saling terhubung akan bekerja sama melalui algoritma routing terdistribusi untuk menentukan rute terbaik yang harus dilalui oleh paket IP dari satu sistem ke sistem lainnya. Mekanisme ini memungkinkan proses pertukaran data berlangsung secara optimal meskipun melibatkan banyak jaringan perantara.









Proses routing sendiri dilakukan secara bertahap atau dikenal dengan istilah hop by hop. Artinya, setiap router hanya memiliki informasi mengenai router berikutnya yang dianggap paling dekat dengan tujuan akhir. Protokol IP tidak menyimpan informasi jalur secara keseluruhan menuju host tujuan, melainkan mengandalkan tabel routing yang dimiliki masing-masing router untuk menentukan arah pengiriman paket data. Dengan cara ini, pengiriman data menjadi lebih fleksibel dan dapat menyesuaikan kondisi jaringan yang ada.
Adapun fungsi utama router dalam sebuah jaringan antara lain sebagai berikut. Router berfungsi membaca alamat logika atau IP Address, baik sumber maupun tujuan, untuk menentukan proses pengiriman data dari satu jaringan lokal (LAN) ke jaringan lainnya. Router juga menyimpan tabel routing yang digunakan sebagai acuan dalam memilih rute terbaik antara jaringan LAN dan WAN. Dari sisi model OSI, router bekerja pada lapisan ketiga, yaitu Network Layer. Selain itu, router dapat berupa perangkat keras khusus maupun perangkat lunak berupa sistem operasi yang menjalankan layanan atau daemon routing.
Berdasarkan bentuk fisik dan cara implementasinya, router dapat diklasifikasikan ke dalam tiga jenis utama, yaitu sebagai berikut.
Router Aplikasi
Router aplikasi merupakan perangkat lunak yang dapat dipasang pada suatu sistem operasi sehingga komputer tersebut dapat berfungsi seperti router. Melalui aplikasi ini, komputer mampu mengatur lalu lintas data, membagi koneksi jaringan, serta melakukan fungsi routing lainnya. Jenis router ini umumnya digunakan pada skala kecil atau untuk kebutuhan tertentu. Contoh router aplikasi yang cukup dikenal antara lain WinRoute, WinGate, SpyGate, dan WinProxy.
Router Hardware
Router hardware adalah perangkat keras yang secara khusus dirancang untuk menjalankan fungsi routing. Perangkat ini memiliki kemampuan untuk membagi IP Address dan mendistribusikan koneksi internet ke beberapa perangkat dalam satu jaringan. Router jenis ini banyak digunakan di rumah, perkantoran, maupun area publik untuk membagi koneksi internet secara stabil. Salah satu contoh router hardware adalah access point, di mana area yang dapat mengakses IP Address dan koneksi internet dikenal sebagai hotspot area.
Router PC
Router PC merupakan komputer yang dikonfigurasikan dengan sistem operasi tertentu sehingga dapat menjalankan fungsi sebagai router. Dengan memanfaatkan fitur jaringan yang tersedia, komputer tersebut dapat melakukan pembagian dan pengelolaan IP Address kepada perangkat lain yang terhubung. Perangkat jaringan lain dapat menggunakan koneksi internet atau jaringan yang disediakan oleh komputer tersebut. Contoh sistem operasi yang umum digunakan sebagai router PC antara lain Windows, MikroTik (berbasis Linux), serta Vyatta yang bersifat open source (Aulia et al., 2023).

PEMBAHASAN
Router merupakan komponen utama dalam membangun dan mengelola konektivitas jaringan nirkabel, baik di lingkungan rumah tangga maupun perkantoran skala kecil. Perangkat ini berperan sebagai pusat penghubung yang menyalurkan koneksi internet dari penyedia layanan (ISP) ke berbagai perangkat pengguna, seperti komputer, laptop, dan ponsel pintar. Dalam penerapannya, masih banyak pengguna yang hanya memanfaatkan pengaturan bawaan dari pabrik tanpa melakukan penyesuaian lebih lanjut. Padahal, pengaturan awal yang dilakukan secara tepat dapat membantu mengoptimalkan performa jaringan, mengurangi potensi gangguan koneksi, serta meningkatkan perlindungan terhadap risiko akses tidak sah.
Pentingnya Persiapan Sebelum Konfigurasi Router
Sebelum melakukan konfigurasi, pengguna perlu memahami jenis koneksi internet yang digunakan serta memastikan router ditempatkan pada lokasi yang strategis. Penempatan router di area terbuka dan pusat ruangan membantu distribusi sinyal Wi-Fi secara merata. Selain itu, ketersediaan perangkat pendukung seperti kabel jaringan dan informasi login router menjadi faktor penting agar proses konfigurasi dapat berjalan dengan lancar. Persiapan yang matang akan mengurangi kemungkinan kesalahan konfigurasi dan mempercepat proses pengaturan jaringan.








Konfigurasi Dasar Router
Konfigurasi dasar router merupakan langkah awal yang perlu dilakukan agar perangkat router dapat terhubung dengan jaringan internet dan mampu menyediakan akses jaringan bagi para pengguna. Tahap ini umumnya dilakukan melalui halaman antarmuka berbasis web atau menggunakan aplikasi resmi yang disediakan oleh produsen router, sehingga proses pengaturan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan terarah. Langkah konfigurasi dasar meliputi:
Menghubungkan router ke modem serta memastikan seluruh perangkat dalam kondisi menyala dan berfungsi dengan baik.
Mengakses halaman pengaturan atau administrasi router melalui alamat IP bawaan yang telah ditentukan oleh pabrikan.
Menyesuaikan pengaturan koneksi internet sesuai dengan jenis layanan yang digunakan dari penyedia layanan internet.
Mengatur jaringan nirkabel dengan menentukan nama jaringan (SSID) serta membuat kata sandi Wi-Fi yang aman.
Pada tahap ini, sangat disarankan untuk mengganti nama jaringan dan kata sandi Wi-Fi bawaan guna mencegah adanya akses dari pihak yang tidak berwenang. Selain itu, pemilihan sistem keamanan nirkabel yang lebih kuat juga menjadi faktor penting dalam menjaga jaringan agar tetap aman dari berbagai potensi ancaman eksternal (Riska et al., 2025).
Aspek Keamanan dalam Konfigurasi Router
Keamanan jaringan menjadi salah satu alasan utama mengapa pengaturan router perlu dilakukan dengan benar. Router yang masih menggunakan pengaturan bawaan pabrik cenderung memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap penyalahgunaan jaringan maupun risiko pencurian data. Maka, penerapan langkah-langkah keamanan dasar sangat diperlukan untuk melindungi jaringan dari ancaman yang tidak diinginkan. Langkah-langkah keamanan yang relevan dalam konfigurasi sederhana antara lain:
Mengganti kata sandi administrator router agar tidak mudah diakses oleh pihak lain yang berpotensi mengubah pengaturan jaringan.
Menerapkan sistem enkripsi Wi-Fi yang kuat dan aman untuk melindungi data yang dikirim dan diterima melalui jaringan nirkabel.
Menonaktifkan fitur-fitur router yang berpotensi menimbulkan celah keamanan apabila tidak digunakan.
Mengaktifkan fitur keamanan bawaan router, seperti firewall, guna menyaring lalu lintas data yang mencurigakan.
Selain itu, pembuatan jaringan tamu dapat menjadi solusi yang efektif untuk membatasi akses pengguna dari luar agar tidak terhubung langsung dengan jaringan utama. Dengan cara ini, data penting serta perangkat utama tetap terlindungi, meskipun jaringan digunakan oleh banyak pengguna dengan tingkat akses yang berbeda.
Optimalisasi Kinerja Jaringan
Setelah konfigurasi dasar dan pengaturan keamanan selesai dilakukan, tahap berikutnya adalah melakukan optimalisasi kinerja jaringan. Tujuan dari optimalisasi ini adalah untuk memastikan koneksi internet tetap stabil dan merata, terutama ketika banyak perangkat digunakan secara bersamaan dalam satu jaringan. Beberapa pengaturan sederhana yang dapat diterapkan meliputi pengelolaan penggunaan bandwidth agar distribusi koneksi lebih adil, pemilihan saluran Wi-Fi yang paling sesuai untuk mengurangi interferensi, serta pemanfaatan pita frekuensi yang tersedia pada router. Banyak router modern sudah dilengkapi dengan fitur otomatis yang membantu pengguna memperoleh kinerja terbaik tanpa perlu melakukan pengaturan teknis yang kompleks. Melakukan restart router secara berkala juga termasuk langkah sederhana namun sangat efektif untuk menjaga performa perangkat. Proses ini dapat membantu menyegarkan sistem router dan mengatasi gangguan jaringan sementara, sehingga koneksi tetap lancar dan stabil bagi semua pengguna.
Permasalahan Umum dan Solusi Dasar
Dalam penggunaan sehari-hari, pengguna sering kali menemui kendala seperti koneksi internet yang lambat atau kesulitan dalam mengakses halaman pengaturan router. Masalah-masalah ini umumnya disebabkan oleh kesalahan dalam konfigurasi, gangguan sinyal, atau keterbatasan perangkat yang digunakan. Solusi dasar yang dapat diterapkan antara lain memeriksa kabel dan koneksi fisik untuk memastikan semuanya tersambung dengan baik, memastikan pengaturan router sudah sesuai dengan jenis layanan internet yang digunakan, serta melakukan restart pada perangkat. Jika masalah tetap muncul, langkah selanjutnya adalah mengembalikan pengaturan router ke kondisi awal (reset) dan melakukan konfigurasi ulang dengan lebih teliti agar jaringan dapat kembali berjalan dengan optimal (Rahman et al., 2024).

KESIMPULAN
Konfigurasi router yang tepat merupakan langkah penting untuk memastikan jaringan rumah atau kantor kecil berfungsi secara aman, stabil, dan optimal. Pengaturan dasar seperti mengganti kata sandi administrator, mengubah nama jaringan (SSID), dan membuat kata sandi Wi-Fi yang kuat sudah cukup untuk melindungi jaringan dari akses tidak sah. Selain itu, langkah-langkah optimalisasi seperti mengaktifkan firewall, membuat jaringan tamu, memilih saluran Wi-Fi yang sesuai, dan memanfaatkan fitur Quality of Service (QoS) dapat meningkatkan kinerja jaringan secara signifikan. Dengan pemahaman dan penerapan konfigurasi yang sederhana ini, pengguna pemula dapat mengelola jaringan mereka secara mandiri tanpa perlu pengetahuan teknis yang kompleks, sehingga konektivitas digital menjadi lebih aman, stabil, dan efisien.


DAFTAR PUSTAKA

Aulia, B. W., Rizki, M., Prindiyana, P., & Surgana, S. (2023). Peran Krusial Jaringan Komputer dan Basis Data dalam Era Digital. JUSTINFO | Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi, 1(1), 9–20. https://doi.org/10.33197/justinfo.vol1.iss1.2023.1253
Buana, W., & Hariyandi, A. (2021). Pengembangan Jaringan Local Area Network (Lan) Dan Wide Area Network (Wan) Pada Smkn 4 Padang Dengan Metode Research Dan Development.
Marcus, R. D., Saputro, R. A., & Pamuji, F. Y. (2020). Optimasi Jaringan Routing Open Shortest Path First Dengan Menggunakan Multiprotocol Label Switching. Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual, 5(3), 612. https://doi.org/10.28926/briliant.v5i3.486
Pratama, A. A. (n.d.). Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Oleh Rumah Tangga Untuk Kehidupan Sehari-hari.
Putra, R. F., Joosten, J., Janna, N., Darwin, D., Thomas, A., Tokoro, Y., Amri, N. A., Syarwani, A., Hartinah, H., Indasari, S. S., & Itasari, M. (2024). Buku Ajar Pengantar Teknologi Informasi. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Putri, N. I. (n.d.). Keamanan Jaringan Komputer Pada Era Big Data. Jurnal Sistem Informasi, 02.
Rahman, R., Ariantini, M. S., Hadi, A., Hayati, N., Gunawan, P. W., Mandowen, S. A., Widiyasono, N., Saskara, G. A. J., Kurniasari, I., Salim, B. S., & Thantawi, A. M. (2024). Buku Ajar Keamanan Jaringan Komputer. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Riska, M., Syahrul, Mappalotteng, A. M., & Purnamawati. (2025). Teknik Komputer Jaringan: Teknologi Jaringan Kabel dan Nirkabel. Indonesia Emas Group.
Romansyah, A., & Sumaedi, A. (2025). Dasar-Dasar Komunikasi Data dalam Sistem Komputer dan Aplikasinya pada Sistem Informasi. CV Eureka Media Aksara.
Wibowo, A. (2024). Teori & Praktik Jaringan Komputer. Penerbit Yayasan Prima Agus Teknik, 1–174.
.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shopping Cart